MAKALAH
ANALISIS
CERITA ANAK-ANAK
DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS
PERKULIAHAN
MATA KULIAH KD BAHASA DAN SASTRA
INDONESIA
DOSEN PENGAMPU: KISWO, S.Pd.M.Pd

Disusun oleh:
Mentari Nur
Hanifah (20314161)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
STKIP ISLAM BUMIAYU
PENDAHULUAN
Analisis cerita anak-anak tidak
berbeda dengan analisis cerita orang dewasa karena unsur-unsur cerita antara
keduanya tidak berbeda. Yang membedakan keduanya adalah gaya dan bahasa yang
digunakan serta struktur yang lebih sederhana.
Hal yang terpenting dalam cerita
anak adalah amanat yang terkandung dalam cerita. Cerita anak memiliki fungsi
terapan, yaitu menanamkan pendidikan moral pengetahuan,dan pengalaman tentang
kehidupan yang bernilai positif. Jika ada penggambaran hitam putih (kebaikan
dan kejahatan) pada akhirnya yang jahat akan dikalahkan oleh tokoh baik.
PEMBAHASAN
1.Analisis cerita anak-anak
Analisis dalam kamus besar bahasa
Indonesia (KBBI) bermakna penyelidikan terhadap sesuatu. Penyelidikan ini
berhubungan dengan segala hal yang dapat disilidiki tentang sesuatu
tersebut.Jadi analisis cerita anak-anak merupakan suatu kegiatan menyelidiki
atau mempelajari secara cermat tentang segala yang ada dalam cerita
anak-anak.Berbagai hal yang terdapat dalam cerita anak-anak yaitu, tentang
unsur-unsur cerita anak. Unsur-unsur cerita nak-anak meliputi tema, tokoh, dan
penokohan, latar atau seting, alur, sudut pandang, dan gaya. Untuk menganalisis
cerita anak-anak cukup dengan memahami unsur-unsur cerita terutama dalam hal
bagaiman gaya dan sudt pandang yang digunakan pengarang dalam bercerita.
Penyelidikan atau analisis tentang
tema bertujuan untuk mengetahui tema atau gagasan dasar yang disampaikan oleh
pengarang. Seperti yang telah anda ketahui bahwa tema berkaitan erat dengan
amanat yang akan disampaikan. Amanat atau isi kandungan sebuah cerita anak
dapat berisi moral, nasehat atau pendidikan, pengetahuan, dan pengalaman
tentang kehidupan yang dibungkus oleh unsur-unsur cerita.
Analisis tentang tokoh dalam
menganalisis tokoh sekaligus penokohannya, harus mencermati karakter para tokoh
dan perannya dalam cerita tersebut. Dari gaya bahasa yang digunakan para tokoh
akan ditemukan siapa sebenarnya para tokoh yang ada dalam cerita. Tokoh yang
diwujudkan sebagai manusia dapat berperan sebagai penjahat, pahlawan,
pelindung, pengacau, atau bias juga apatis atau tidak peduli, peran mereka
dapat disebut juga sebagai protagonist, antagonis, atau sekedar peran pembantu,
tokoh-tokoh yang bukan dari manusia pada dasarnya memeiliki karakter atau
sifat-sifat yang sama dengan manusia, hanya wujud atau bentuknya saja yang
berbeda. Melalui analisis tokoh dan penokohan, akan diperoleh pengetahuan dan
pengalaman tentang kehidupan yang tertuang dalam cerita melalui bahasa yang
digunakan para tokoh dan pengalaman yang dialaminya.
Latar atau setting dapat dianalisis
melalui tempat kejadian setiap peristiwa yang digambarkan dalam peristiwa
tersebut. Latar cerita dapat berupa suatu tempat yang memiliki lokasi sangat
luas, seperti Negara, provinsi, kota, dan desa, atau lokasi yang lebih kecil,
seperti sekolah, tempat umum, rumah, atau bahkan hanya sebuah ruang tamu,
dapur, atau ruang tidur. Didalam latar juga sering digambarkan latar waktu,
seperti seberapa ratus atau beberapa puluh tahun, bulan, minggu yang lalu,
kemarin, malam, siang, pagi. Latar akan membawa pada situasi dan suasana dalam
cerita yangakan membantu menemukan tema cerita.
Alur, seperti yang telah diketahui
adalah jalinan peristiwa yang di untai oleh pengarang menjadi cerita yang utuh.
Melalui alur dan jalan gaya cerita yang digunakan pengarang akan tanpak jelas
bagaimana kepandaian pengarang dalam menuangkan ide atau gagsannya melalui
cerita. Pemilihan alur merupakan pekerjakan yang tidak ringan karena apabila
pengarang salah memilih alur dalam cerita dapat mengakibatkan cerita menjadi
tidak menarik atau bahkan tidak dapat dipahami oleh pembaca.
Unsur gaya dapat menentukan karakter
para tokoh yang digambarkan melalui penggunaan bahasa, juga dapat menggambarkan
suasana latar cerita dengan tepat. Suasana dalam cerita dapat dirasakan oleh
pembaca karena gaya pengarang dalam memilih kata-kata dalam mendeskripsikan
suasana cerita. Misal, suasana malam hari yang dingin, siang hari di sebuah
padang yang tandus, suasana hening karena ketakutan. Cermatilah gaya dan bahasa
yang digunakan mengarang untuk memahami unsur-unsur cerita yang lainnya.
Sudut pandang diaan atau akuan di
pilih pengarang berdasarkan tujuan pengarang dalam bercerita. Bila pengarang
menginginkan agar pembaca seolah-olah menjadi tokoh utama cerita maka pengarang
menggunakan sudut pandang akuan, sedangkan apabila pembaca diminta untuk
menghayati pengalaman hidup tokoh-tokoh cerita makan pengarang akan menggunakan
sudut pandang diaan.
2.Hakikat cerita anak-anak
Pada
hakikatnya unsur-unsur cerita tidak dapat di pisahkan satu dengan yang lainnya.
Unsur-unsur cerita meliputi tema, tokoh dan penokohan, latar atau setting alur,
sudut pandang, dan gaya, semua unsur tersebut sangat dibutuhkan dalam membuat
sebuah cerita. Tidak ada salah satu unsur cerita yang lebih penting dari unsur
lainnya.Semuanya saling mendukung untuk mencapai keutuhan sebuah cerita.Dan hal
yang terpenting dalam cerita anak adalah amanat yang terkandung dalam
cerita.Cerita anak memiliki fungsi terapan, yaitu menanamkan pendidikan moral,
pengetahuan, dan pengalaman tentang kehidupan yang bernilai positif. Jika ada
penggambaran putih hitam (kebaikan dan kejahatan) pada akhirnya yang jahat akan
dikalahkan oleh tokoh baik.
3.Menganalisis cerita anak-anak
Cerita anak-anak adalah cerita yang
pantas dikonsumsi oleh anak-anak.Cerita ini memiliki ciri-ciri sebagai pembeda
dengan cerita orang dewasa.Ciri-ciri tersebut adalah adanya unsur pantangan,
penyajian, dan fungsi terapan.Unsur pantangan adalah hal-hal yang terlarang
untuk disajikan dalam cerita anak-anak, misalnya tentang kekerasan atau
kekejaman, masalah dendam dan kebencian, seks atau cinta yang erotis, prasangka
buruk, kecurangan atau kelicikan.Ciri kedua berhubungan dengan penyajian.Cerita
anak-anak disajikan secara sederhana dan langsung, menggunakan dialog yang
wajar.Untuk itu penggunaan bahasa ditata secara singkat, jelas, dan lugas.
Apabila dipandang dari segi makna, bahasa yang digunakan dalam cerita anak-anak
menggunakan makna denotatif dengan kalimat-kalimat yang pendek, tidak penuh
dengan gaya bahasa yang bermakna figurative. Ciri yang ketiga pada cerita
anak-anak adalah adanya fungsi terapan, yaitu cerita anak-anak tidak hanya
sekedar sebagai bahan bacaan, melainkan memiliki fungsi memberi dan menanamkan
nila-nilai kehidupan dan pendidikan bagi anak-anak. Fungsi tersebut, anatara
lain berupa pengetahuan dan keterampilan, nasehat, dan bermanfaat bagi
pengembangan anak, baik fisik maupun psikis.
Cerita anak-anak dapat digolongkan
menjadi beberapa jenis bergantung dari sudut mana orang memandangnya. Sesuai
dengan fungsi terapan yang dikandungnya maka cerita anak-anak yang akan
disajikan di SD dikelompokkan berdasarkan perkembangan jiwa dan kognitif anak.
Jenis cerita anak-anak untuk kepentingan tersebut digolongkan kedalam dongeng,
cerita jenaka, legenda, dan mite atau mitos.
PENUTUP
KESIMPULAN
Cerita anak-anak adalah cerita yang
pantas dikonsumsi oleh anak-anak.Cerita ini memiliki ciri-ciri sebagai pembeda
dengan cerita orang dewasa. Ciri-ciri tersebut adalah adanya unsur pantangan, penyajian, dan terapan. Unsur
pantangan merupakan hal-hal yang terlarang untuk disajikan dalam cerita
anak-anak misalnya tentang kekerasan, kekejaman, seks, cinta yang erotis. Ciri
yang kedua yaitu penyajian disajikan secara sederhana dan langsung menggunakan
dialog yang wajar bahasa ditata secara singkat, jelas, dan lugas. Ciri yang
ketiga yaitu fungsi terapan yaitu cerita anak-anak tidak hanya sekedar sebagai
bahan bacaan melainkan memiliki fungsi memberi dan menanamkan nilai-nilai
kehidupan dan pendidikan bagi anak dapat berupa pengetahuan, dan keterampilan,
nasehat, dan bermanfaat bagi perkembanagan anak.
BAHAN DISKUSI
Tulislah unsur-unsur yang terdapat
dalam cerita anak merupkan ciri atau penanda sebuah cerita, yaitu:
1.
Unsur pantangan
merupakan hal-hal yang terlarang untuk disajikan dalam ceita anak
2.
Unsur penyajian
yaitu cerita anak disajikan secara sederhana dan langsung bahasa ditata secara
singkat, jelas, dan tugas.
3.
Unsur terapan
yaitu cerita anak tidak hanya sebagai bahan bacaan tetapi memiliki pengetahuan
dan ketrampilan, nasehat yang bermanfaat bagi anak.
Cerita anak-anak dapat didefinisikan sebagai?
Cerita yang pantas dikonsumsi oleh anak-anak
DAFTAR PUSTAKA
Rosdiana,
Yusi.2009.Bahasa dan Sastra Indonisa di
SD.Jakarta:Universitas Terbuka
Fajar
Hedi R.2009.Kumpulan cerita binatang.Bandung:ROSDA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar