lirik lagu

Sabtu, 27 Desember 2014

MAKALAH ANALISIS ANAK




MAKALAH
ANALISIS CERITA ANAK-ANAK


DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS PERKULIAHAN
MATA KULIAH KD BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
DOSEN PENGAMPU: KISWO, S.Pd.M.Pd




Disusun oleh: 

Mentari Nur Hanifah (20314161)


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP ISLAM BUMIAYU
2013




PENDAHULUAN

            Analisis cerita anak-anak tidak berbeda dengan analisis cerita orang dewasa karena unsur-unsur cerita antara keduanya tidak berbeda. Yang membedakan keduanya adalah gaya dan bahasa yang digunakan serta struktur yang lebih sederhana.
            Hal yang terpenting dalam cerita anak adalah amanat yang terkandung dalam cerita. Cerita anak memiliki fungsi terapan, yaitu menanamkan pendidikan moral pengetahuan,dan pengalaman tentang kehidupan yang bernilai positif. Jika ada penggambaran hitam putih (kebaikan dan kejahatan) pada akhirnya yang jahat akan dikalahkan oleh tokoh baik.



















PEMBAHASAN

1.Analisis cerita anak-anak
            Analisis dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) bermakna penyelidikan terhadap sesuatu. Penyelidikan ini berhubungan dengan segala hal yang dapat disilidiki tentang sesuatu tersebut.Jadi analisis cerita anak-anak merupakan suatu kegiatan menyelidiki atau mempelajari secara cermat tentang segala yang ada dalam cerita anak-anak.Berbagai hal yang terdapat dalam cerita anak-anak yaitu, tentang unsur-unsur cerita anak. Unsur-unsur cerita nak-anak meliputi tema, tokoh, dan penokohan, latar atau seting, alur, sudut pandang, dan gaya. Untuk menganalisis cerita anak-anak cukup dengan memahami unsur-unsur cerita terutama dalam hal bagaiman gaya dan sudt pandang yang digunakan pengarang dalam bercerita.
            Penyelidikan atau analisis tentang tema bertujuan untuk mengetahui tema atau gagasan dasar yang disampaikan oleh pengarang. Seperti yang telah anda ketahui bahwa tema berkaitan erat dengan amanat yang akan disampaikan. Amanat atau isi kandungan sebuah cerita anak dapat berisi moral, nasehat atau pendidikan, pengetahuan, dan pengalaman tentang kehidupan yang dibungkus oleh unsur-unsur cerita.
            Analisis tentang tokoh dalam menganalisis tokoh sekaligus penokohannya, harus mencermati karakter para tokoh dan perannya dalam cerita tersebut. Dari gaya bahasa yang digunakan para tokoh akan ditemukan siapa sebenarnya para tokoh yang ada dalam cerita. Tokoh yang diwujudkan sebagai manusia dapat berperan sebagai penjahat, pahlawan, pelindung, pengacau, atau bias juga apatis atau tidak peduli, peran mereka dapat disebut juga sebagai protagonist, antagonis, atau sekedar peran pembantu, tokoh-tokoh yang bukan dari manusia pada dasarnya memeiliki karakter atau sifat-sifat yang sama dengan manusia, hanya wujud atau bentuknya saja yang berbeda. Melalui analisis tokoh dan penokohan, akan diperoleh pengetahuan dan pengalaman tentang kehidupan yang tertuang dalam cerita melalui bahasa yang digunakan para tokoh dan pengalaman yang dialaminya.
            Latar atau setting dapat dianalisis melalui tempat kejadian setiap peristiwa yang digambarkan dalam peristiwa tersebut. Latar cerita dapat berupa suatu tempat yang memiliki lokasi sangat luas, seperti Negara, provinsi, kota, dan desa, atau lokasi yang lebih kecil, seperti sekolah, tempat umum, rumah, atau bahkan hanya sebuah ruang tamu, dapur, atau ruang tidur. Didalam latar juga sering digambarkan latar waktu, seperti seberapa ratus atau beberapa puluh tahun, bulan, minggu yang lalu, kemarin, malam, siang, pagi. Latar akan membawa pada situasi dan suasana dalam cerita yangakan membantu menemukan tema cerita.
            Alur, seperti yang telah diketahui adalah jalinan peristiwa yang di untai oleh pengarang menjadi cerita yang utuh. Melalui alur dan jalan gaya cerita yang digunakan pengarang akan tanpak jelas bagaimana kepandaian pengarang dalam menuangkan ide atau gagsannya melalui cerita. Pemilihan alur merupakan pekerjakan yang tidak ringan karena apabila pengarang salah memilih alur dalam cerita dapat mengakibatkan cerita menjadi tidak menarik atau bahkan tidak dapat dipahami oleh pembaca.
            Unsur gaya dapat menentukan karakter para tokoh yang digambarkan melalui penggunaan bahasa, juga dapat menggambarkan suasana latar cerita dengan tepat. Suasana dalam cerita dapat dirasakan oleh pembaca karena gaya pengarang dalam memilih kata-kata dalam mendeskripsikan suasana cerita. Misal, suasana malam hari yang dingin, siang hari di sebuah padang yang tandus, suasana hening karena ketakutan. Cermatilah gaya dan bahasa yang digunakan mengarang untuk memahami unsur-unsur cerita yang lainnya.
            Sudut pandang diaan atau akuan di pilih pengarang berdasarkan tujuan pengarang dalam bercerita. Bila pengarang menginginkan agar pembaca seolah-olah menjadi tokoh utama cerita maka pengarang menggunakan sudut pandang akuan, sedangkan apabila pembaca diminta untuk menghayati pengalaman hidup tokoh-tokoh cerita makan pengarang akan menggunakan sudut pandang diaan.


2.Hakikat cerita anak-anak
            Pada hakikatnya unsur-unsur cerita tidak dapat di pisahkan satu dengan yang lainnya. Unsur-unsur cerita meliputi tema, tokoh dan penokohan, latar atau setting alur, sudut pandang, dan gaya, semua unsur tersebut sangat dibutuhkan dalam membuat sebuah cerita. Tidak ada salah satu unsur cerita yang lebih penting dari unsur lainnya.Semuanya saling mendukung untuk mencapai keutuhan sebuah cerita.Dan hal yang terpenting dalam cerita anak adalah amanat yang terkandung dalam cerita.Cerita anak memiliki fungsi terapan, yaitu menanamkan pendidikan moral, pengetahuan, dan pengalaman tentang kehidupan yang bernilai positif. Jika ada penggambaran putih hitam (kebaikan dan kejahatan) pada akhirnya yang jahat akan dikalahkan oleh tokoh baik.

3.Menganalisis cerita anak-anak
            Cerita anak-anak adalah cerita yang pantas dikonsumsi oleh anak-anak.Cerita ini memiliki ciri-ciri sebagai pembeda dengan cerita orang dewasa.Ciri-ciri tersebut adalah adanya unsur pantangan, penyajian, dan fungsi terapan.Unsur pantangan adalah hal-hal yang terlarang untuk disajikan dalam cerita anak-anak, misalnya tentang kekerasan atau kekejaman, masalah dendam dan kebencian, seks atau cinta yang erotis, prasangka buruk, kecurangan atau kelicikan.Ciri kedua berhubungan dengan penyajian.Cerita anak-anak disajikan secara sederhana dan langsung, menggunakan dialog yang wajar.Untuk itu penggunaan bahasa ditata secara singkat, jelas, dan lugas. Apabila dipandang dari segi makna, bahasa yang digunakan dalam cerita anak-anak menggunakan makna denotatif dengan kalimat-kalimat yang pendek, tidak penuh dengan gaya bahasa yang bermakna figurative. Ciri yang ketiga pada cerita anak-anak adalah adanya fungsi terapan, yaitu cerita anak-anak tidak hanya sekedar sebagai bahan bacaan, melainkan memiliki fungsi memberi dan menanamkan nila-nilai kehidupan dan pendidikan bagi anak-anak. Fungsi tersebut, anatara lain berupa pengetahuan dan keterampilan, nasehat, dan bermanfaat bagi pengembangan anak, baik fisik maupun psikis.
            Cerita anak-anak dapat digolongkan menjadi beberapa jenis bergantung dari sudut mana orang memandangnya. Sesuai dengan fungsi terapan yang dikandungnya maka cerita anak-anak yang akan disajikan di SD dikelompokkan berdasarkan perkembangan jiwa dan kognitif anak. Jenis cerita anak-anak untuk kepentingan tersebut digolongkan kedalam dongeng, cerita jenaka, legenda, dan mite atau mitos.





















PENUTUP


KESIMPULAN
            Cerita anak-anak adalah cerita yang pantas dikonsumsi oleh anak-anak.Cerita ini memiliki ciri-ciri sebagai pembeda dengan cerita orang dewasa. Ciri-ciri tersebut adalah adanya unsur  pantangan, penyajian, dan terapan. Unsur pantangan merupakan hal-hal yang terlarang untuk disajikan dalam cerita anak-anak misalnya tentang kekerasan, kekejaman, seks, cinta yang erotis. Ciri yang kedua yaitu penyajian disajikan secara sederhana dan langsung menggunakan dialog yang wajar bahasa ditata secara singkat, jelas, dan lugas. Ciri yang ketiga yaitu fungsi terapan yaitu cerita anak-anak tidak hanya sekedar sebagai bahan bacaan melainkan memiliki fungsi memberi dan menanamkan nilai-nilai kehidupan dan pendidikan bagi anak dapat berupa pengetahuan, dan keterampilan, nasehat, dan bermanfaat bagi perkembanagan anak.

















BAHAN DISKUSI
            Tulislah unsur-unsur yang terdapat dalam cerita anak merupkan ciri atau penanda sebuah cerita, yaitu:
1.      Unsur pantangan merupakan hal-hal yang terlarang untuk disajikan dalam ceita anak
2.      Unsur penyajian yaitu cerita anak disajikan secara sederhana dan langsung bahasa ditata secara singkat, jelas, dan tugas.
3.      Unsur terapan yaitu cerita anak tidak hanya sebagai bahan bacaan tetapi memiliki pengetahuan dan ketrampilan, nasehat yang bermanfaat bagi anak.
Cerita anak-anak dapat didefinisikan sebagai?
Cerita yang pantas dikonsumsi oleh anak-anak


















DAFTAR PUSTAKA

Rosdiana, Yusi.2009.Bahasa dan Sastra Indonisa di SD.Jakarta:Universitas Terbuka
Fajar Hedi R.2009.Kumpulan cerita binatang.Bandung:ROSDA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar